Selasa, 27 Agustus 2013

Hati-Hati, Ada Kandungan Darah Babi dalam Rokok!

matikan rokok
matikan rokok

REPUBLIKA.CO.ID, Rokok dihisap kali pertama oleh suku bangsa Indian di Amerika untuk keperluan ritual dalam pemujaan dewa atau roh. Pada abad ke 16, ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika.
Mereka juga menemukan rokok dan membawa tembakau ke Eropa. Para bangsawan merokok untuk kesenangan semata. Di abad ke-17, pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itulah kebiasaan merokok mulai masuk ke negara-negara Islam.

Menurut World Health Organization (WHO), tahun ini jumlah perokok di Indonesia terbanyak ketiga di seluruh dunia setelah Cina dan India. Padahal telah banyak riset yang membuktikan soal bahaya rokok pada kesehatan. Termasuk memicu kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan emfisema (penyakit paru obstruktif).

Bagaimana soal titik kritis halal rokok sendiri? Apa kandungan rokok yang perlu dikritisi dari segi halalnya?
Dosen Institut Pertanian Bogor, Dr Anna P Roswiem mengatakan bahwa ada kandungan darah babi dalam rokok. ''Iya, ada dalam filternya'', ujarnya.

Dalam rokok ada dua filter. Filter pertama, berwarna putih yang langsung ke mulut. Filter ini disambung lagi dengan filter kedua yang mengandung darah babi. Darah ini digunakan untuk menyaring toksin yang ada dengan lebih baik. Hemoglobin dari darah babi menyaring racun-racun tembakau sehingga racunnya lebih sedikit.

Di Indonesia belum ada yang memproduksi rokok dengan kandungan darah walaupun di negara lain rokok seperti ini sudah beredar. Biasanya kita bisa mengetahui bahwa rokok ini mengandung hemoglobin babi dengan melihat kemasan rokoknya.

Ada tanda Diamond Filter di punggung kemasan. Perusahaan rokok menulis keterangan ini di kemasan rokok dengan tulisan dan gambar.

Peneliti di Australia telah meneliti kandungan darah babi dalam rokok ini di salah satu bandara militer di Cina. Jika kita melihat dengan seksama, terlihat titik-titik kuning pada filter yang biasanya berwarna putih. Titik kuning ini menandakan adanya hemoglobin, atau darah.

Meskipun begitu, belum tentu filter tanpa hemoglobin juga bebas dari titik kritis halal. Filter sendiri terbuat dari Carboxi Metil Selulosa (CMS) yang sebenarnya aman karena berasal dari tumbuhan. Tapi, untuk membuat filter, CMS ini ditambahkan dengan Gliserol dari Gliserin.

Bahan pembuat gliserol ini sumbernya bermacam-macam, ada yang dari sintetik kimia yang halal dan ada juga dari lemak atau minyak. Jika sumbernya dari lemak atau minyak, maka perlu diketahui sumbernya apakah dari hewan ataukah dari tumbuhan.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/08/28/ms7qea-hatihati-ada-kandungan-darah-babi-dalam-rokok

Minggu, 25 Agustus 2013

Empat Santapan Pelindung Ginjal

Garam laut lebih baik dari garam dapur.  

VIVAlife - Minum air saja terasa tak cukup untuk menjaga kesehatan ginjal. Pola makan yang tepat turut membantu memelihara salah satu organ vital itu. Ginjal pada dasarnya adalah pembersih darah di dalam tubuh. Organ itu  menyaring darah yang baik untuk disalurkan ke bagian lain sekaligus membuang racun.

Jika fungsi ini tidak berjalan dengan baik maka penyakit mudah masuk dan segala virus bahkan bakteri yang ada dalam darah tersalurkan di dalam tubuh, akibatnya orang tersebut bisa meninggal dalam waktu yang singkat.

Berikut ini adalah makanan patut diperhatikan untuk menjaga kesehatan ginjal, seperti yang dilansir Boldsky:

Garam laut
Garam laut baik untuk ginjal Anda karena kaya akan mineral. Garam laut mengandung natrium klorida jauh lebih rendah daripada garam meja. Jadi jika Anda menderita batu ginjal, garam laut menjadi pilihan tepat.

Daun ketumbar

Daun dengan bau eksotis dapat menjadi pilihan santapan kesehatan ginjal berikutnya. Daun herbai ini dapat berfungsi membersihkan ginjal.

Wijen hitam

Wijen hitam berfungsi membantu membangun energi pada ginjal. Semakin energi terpenuhi, kinerja ginjal akan berjalan dengan baik.

Minyak zaitun

Minyak zaitun adalah salah satu lemak sehat untuk ginjal. Ini karena, asam lemak omega-3 membentuk lapisan pelindung di sekitar sel-sel ginjal. (ren)

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/436030-empat-santapan-pelindung-ginjal

Empat Makanan Ini Membuat Tubuh Mudah Lelah

Mengonsumsi makanan berlebihan, membuat seseorang mudah lesu.

VIVAlife - Berbagai jenis makanan dapat memengaruhi tubuh dalam berbagai jenis cara. Beberapa jenis makanan dapat meningkatkan suasana hati, ketika sedih.
Sementara itu, makanan lain dapat memberikan dorongan energi. Begitu juga sebaliknya, ada juga makanan yang dapat membuat tubuh menjadi lemas. Makanan ini yang patut Anda waspadai.

Sebelum membahas jenis makanan yang dapat menurunkan energi, ada hal lain yang patut diketahui. Mengonsumsi makanan berlebihan, membuat seseorang mudah lesu dan mengantuk. Oleh karena itu, pastikan Anda mengonsumsi jumlah dan jenis makanan yang tepat.

Berikut ini adalah beberapa jenis makanan yang membuat tubuh menjadi lamban dan mudah lesu, seperti yang ditulis Boldsky:

Nasi putih

Nasi putih, dalam jumlah banyak, tanpa dibarengi serat, seperti sayur dan buah, dapat membuat seseorang mudah lelah dan mengantuk.

Kalkun
Makan kalkun adalah cara jitu untuk merasa mengantuk setelah makan. Hal ini dikarenakan daging kalkun melepaskan serotonin di otak, yang menginduksi kelesuan.

Pisang
Pisang mengandung magnesium dan potasium yang melemaskan otot-otot. Mengonsumsi pisang akan membuat seseorang untuk tidur dengan mudah. Jika Anda menderita insomnia, tak ada salahnya Anda mengonsumsi pisang sebelum tidur.

Salmon
Salmon mengandung vitamin B6 yang diperlukan untuk memproduksi melatonin, kandungan yang membantu menempatkan Anda untuk tidur dengan mudah. Melatonin adalah hormon yang menginduksi tidur dipicu oleh kegelapan. (art)

Sumber : http://life.viva.co.id/news/read/439040-empat-makanan-ini-membuat-tubuh-mudah-lelah

Dalam 4 Bulan, Haris Selesai Menghafal 30 Juz Al Quran

Photo � KEMENAG / Arif
Wajah senang dan penuh sumringah terpancar dari Muhammad Haris Busro Latif usai mendapatkan tanda kelulusan dan menerima ucapan selamat dari Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali.

Remaja usia 17 tahun ini mendapatkan apresiasi setelah ditetapkan sebagai santri Hafiz Quran lulusan Pondok Pesantren Sulaimaniyah Jakarta dengan waktu penghafalan Alquran 30 juz sangat cepat, yakni hanya 4 bulan 20 hari.

Remaja yang biasa disapa Haris ini menerima tanda kelulusan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag), Kamis (22/8).

Ia tidak bisa menutupi kebahagiaannya. Pasalnya, ia merupakan satu dari delapan lulusan Hafidz Quran Pondok Pesantren Sulaimaniyah angkatan ke-6 yang berpredikat penghafal tercepat. Sedangkan 37 santri lulusan lainnya memiliki durasi waktu menghafal Al Quran 30 juz sekitar 8 bulan hingga lebih dari satu tahun.
Haris mengakui memang banyak cobaan untuk menghafalkan Al Quran 30 juz selama 4 bulan.

�Awalnya memang sangat susah, namun berkat kesungguhan dan metodologi Turki Usmani yang diajarkan di pondok, Alhamdulillah saya bisa menghafal 30 juz dalam 4 bulan 20 hari,� tuturnya.

Untuk menjaga kualitas hafalan, Ia menghindari berbagai hal yang dapat merusak kualitas hafalannya. Ia mengakui dalam waktu satu bulan ia bisa menghafal lebih dari lima juz, dan itu tergantung dari panjang pendeknya surah.

Remaja asal Mojokerto ini itu terlihat sangat senang . Ia dan 45 santri Hafidz Quran lulusan pesantren Sulaimaniyah pada Kamis malam itu juga langsung diberangkatkan ke Turki.

Haris yang sempat menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Bidayatul Hidayah, Mojokerto ini bersama 45 santri lulusan lainnya mendapatkan beasiswa dari pemerintah Turki.

Beasiswa yang hanya dikhususkan bagi santri penghafal Quran ini, diberikan pemerintah Turki atas bekerjasama dengan Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag dengan Pusat Persatuan Kebudayaan Islam di Indonesia (UICCI). Haris memiliki cita-cita besar setelah mengenyam pendidikan lanjutan di Istanbul Turki selama dua tahun. Ia berkeinginan menjadi hafidz Quran sekaligus pendakwah yang berkualitas di Indonesia.
Ia pun tidak keberatan apabila keputusan dari UICCI untuk ditugaskan berdakwah di luar negeri sekembalinya di Indonesia. Namun ia berharap kemampuan hafalan Quran dan ilmu keislamannya akan berguna lebih besar bagi umat Islam di Indonesia.

Sumber : http://news.fimadani.com/read/2013/08/25/dalam-4-bulan-haris-selesai-menghafal-30-juz-al-quran/

Sabtu, 24 Agustus 2013

Cerita, "8 Kebohongan"

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata :
�Makanlah nak, aku tidak lapar� ���-KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA

Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata :
�Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan� ���- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA

Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu

membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :�Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.� Ibu tersenyum dan berkata :
�Cepatlah tidur nak, aku tidak capek� ���- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA

Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah

selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :
�Minumlah nak, aku tidak haus!� ���- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT

Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri.

Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat

kondisi keluarga yang semakin parah, ada paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di

sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk

menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata :
�Saya tidak butuh cinta� ���-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA

Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata :
�Saya punya duit� ���-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM

Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud

membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku
�Aku tidak terbiasa� ���-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH

Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata :
�Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan� ���-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN.

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : � Terima kasih ibu ! �

~~~
Sahabat, izinkan saya mengutip ayat dari Kitab Suci,
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu." (QS. Luqman : 14).

Bagi, para sahabat yang masih memiliki ibu, maka... berbaktilah dengan kesungguhan berbakti... karna jikalau beliau sudah tiada, maka yang ada adalah sebuah penyesalan. Saat ini mungkin kita jenuh omelan beliau... tapi setelah beliau tiada, kita akan rindu omelan beliau... kita akan rindu senyum tulusnya... kita akan rindu, keringat badanya yang terkuras karena memikirkan kita....

Ya Robb..... izinkan saya untuk mampu berbakti kepada Beliau, hingga akhir hidupnya....

Terimakasih telah membaca... Salam Motivasi!

...
Sahabat CCM yang terkasih!, jikalau note ini dirasa bermanfaat, maka silahkan share not ini di wall anda... dengan menge-klik opsi "share" atau "bagikan" di bawah ini. Semoga kebermanfaatan ini bisa dirasakan oleh sahabat-sahabat anda sekalian...

Sumber : http://www.facebook.com/notes/cerita-cerita-motivasi/cerita-8-kebohongan/10150380195580405?ref=mf


Wallahu a�lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)
Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan Sumbernya ya... Syukron
 
*http://meyheriadi.blogspot.com/2011/02/cerita-8-kebohongan.html

"Doa Pemulung"

Pinggiran Jalan di salah satu sudut Kota Jakarta, waktu menunjukkan pukul 21.30 sebuah keluarga pemulung tampak sedang bersiap untuk beranjak tidur Sementara, lalu lintas yang hanya berjarak 5 meter dari �rumah� mereka seperti tak pernah tidur, suara-suara kendaraan dengan klaksonnya yang selalu saja berlomba untuk minta di dengar Dan tidak mau mengalah dengan kendaraan lain.

Ditengah kebisingan jalanan, ketiga anak pasangan pemulung itu, sudah terlelap, wallahu a�lam karena tidur mengantuk atau memang letih mencari rongsokan.

Tak sengaja, seorang ayah muda berdiri tepat dekat dengan mereka, sambil sesekali menatap �keluarga kecil� tersebut, Mata ayah muda itu juga berusaha untuk tetap �memonitor� kendaraan yang akan membawanya pulang.
Samar-samar, ayah muda itu mendengar sebuah dialog �keluarga kecil� tersebut, ehm, cukup menarik, inspiraitf Dan penuh hikmah, walaupun mencoba �berjuang nguping� dikarenakan suara kendaraan yang lalu lalang.

�Shalihah, mari Kita tidur, ingat, seharian tadi Kita begitu lelah mencari barang-barang rongsokan, coba kamu perhatikan wajah manis anak-anak Kita� ucap sang suami kepada istrinya yang memang belum juga tertidur seperti sedang memikirkan sesuatu, Dan sang istri hanya membalas dengan senyuman termanis.

�Iya kang, walaupun anak-anak Kita belum makan, namun mereka begitu lelap, semoga mereka diberi mimpi yang indah malam ini� ucap sang istri sambil mendekatkan dirinya kepada barisan anak-anaknya yang sudah berjajar dengan alas sehelai Koran Dan mencoba menatap wajah anak-anaknya dengan penuh cinta.

�Bidadariku, Kita berdo�a dahulu yuk sebelum tidur !� ajak sang suami sesaat sebelum istrinya merebahkan diri. �Meskipun Kita pemulung, yakinlah bahwa Allah Maha Mendengar do�a setiap hamba-Nya, Moga setelah berdo�a lapar Kita juga akan hilang�sambil mengusap pundak kekasih hatinya itu.

Dengan segera mereka berdua mengangkat tangan,
�Ya Allah, selamatkanlah istri Dan anakku,
Hindarkanlah hati mereka dari iri Dan dengki
Kepada penguasa Dan orang-orang kaya di
Tengah kelaparan mereka�
�Ya Allah, yang Maha Kuasa,
Jadikanlah kami hamba-hambaMu yang bersyukur,
Kuatkanlah jiwa kami Dan kami mohon bimbinganMu
Dalam hidup ini�

Ayah muda itu melihat buliran air Mata perlahan mengalir ke wajah mereka mereka berdo�a begitu khusyu, seperti tidak memperdulikan kondisi jalanan yang memang bising walaupun Hari kian malam.

Setelah berdo�a, suami pemulung itu berpesan kepada istrinya,
�Istriku yang cantik, Esok Hari perjalanan Kita masih sangatlah panjang, Usah kau tangisi nasib Kita Hari ini mari tidurlah lupakan sejenak, beban derita Kita lepaskan�

�Karawaci-karawaci, Islamic-Islamic�, suara kenek memecah kekhusyuan ayah muda itu �mengambil pelajaran� dari keluarga pemulung itu.

Dan akhirnya ayah muda itu-pun memberhentikan kendaraan bus Dan dengan senyum senang, karena mendapatkan pelajaran berharga malam itu.

�Terima kasih ya Allah atas pelajaran malam ini, Kekayaan terbesar adalah keluarga, Ya Allah jadikanlah hambaMu ini seorang yang dapat membawa keluargaku kepada keridhaanMu, menjadi keluarga yang bersyukur Dan bersabar dalam menjalani hidup ini�. Bisik hati ayah muda itu di tengah suara pengamen di dalam busnya

Sumber : http://indosingleparent.blogspot.com/2010_05_01_archive.html


Wallahu a�lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)

Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan sumbernya ya... Syukron

Di Balik Ujian Kemiskinan (Ujian Kefakiran)

Al Imam an-Nawawi di dalam kitabnya "Riyadhus Shalihin" telah menulis satu bab, yaitu "Keutamaan Fakir". Ada sebagian peneliti kitab ini yang menggarisbawahi bab tersebut, yakni berkaitan dengan ucapan imam an-Nawawi tentang keutamaan fakir. Dia berkata, "Bagaimana seorang fakir memiliki keutamaan sedangkan Nabi shallallahu �alaihi wasallam telah berlindung kepada Allah dari kefakiran?"

Jika diteliti, ucapan Imam an-Nawawi tersebut ternyata lebih mendalam maknanya daripada ucapan si peneliti. Imam an-Nawawi juga mengetahui bahwa Nabi shallallahu �alaihi wasallam berlindung dari kefakiran. Hanya saja apa yang beliau ucapkan adalah untuk menekankan dan mengingatkan pembaca tentang sesuatu yang mungkin tidak diketahui, yaitu besarnya pahala ujian kefakiran ini, yang disyariatkan untuk berlindung darinya. Beliau menyampaikan adab seorang fakir yang terdiri dari dua hal:

Pertama;
Berlindung kepada Allah subhanahu wata�ala darinya. Dan memohon kepada Allah agar diberikan kecukupan dan penjagaan kehormatan, berdasarkan keumuman dalil yang menunjukkan disyariatkannya berlindung kepada Allah subhanahu wata�ala dari bala�. Dan juga karena Nabi shallallahu �alaihi wasallam telah berlindung kepada Allah dari kefakiran serta memerintahkan hal itu.

Beliau mengucapkan,
"Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran, dan aku berlindung kepada-Mu ari adzab kubur, tidak ada ilah yang hak disembah selain Engkau."

Beliau juga bersabda,
"Berlindunglah kalian kepada Allah dari kefakiran, kekurangan, kehinaan dan dari berbuat zhalim atau dizhalimi." (Silsilah shahihah, no 1445)

Kedua;
Rela terhadap ketetapan Allah subhanahu wata�ala. Jika seorang muslim tertimpa kemiskinan atau kekurangan harta maka hendaklah dia bersabar dan rela dengan takdir Allah, karena tidaklah Allah subhanahu wata�ala menciptakan kefakiran melainkan hanya untuk memilah dan menguji hamba. Allah subhanahu wata�ala menjelaskan hal itu dengan sangat gamblang dalam firman-Nya, artinya,
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji�uun". (QS. 2:155-156)

Coba kita perhatikan bagaimana Allah subhanahu wata�ala telah menjadikan kekurangan harta sebagai bagian dari bala� yang dengannya Dia menguji manusia. Dan bagaimana pula Allah subhanahu wata�ala menisbatkan ujian tersebut dari diri-Nya dalam firman-Nya,  
"Sungguh Kami akan menguji kalian."
Kemudian perlu kita renungkan pula bagaimana Allah menyebut kekurangan harta sebagai musibah, bagaimana pula Dia memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang sabar menerima ujian kefakiran dan kekurangan tersebut. Dia pun mengajarkan kepada mereka adab kesabaran berupa istirja� (mengembalikan urusan kepada Allah dengan mengucap inna lillahi wa inna ilaihi raaji�un) dan menjanjikan bagi mereka rahmat dan kesejahteraan.

Saudaraku, para fakir! Anda diciptakan di muka bumi ini, namun kadang anda terhalang untuk mendapatkan kelezatannya. Itu tidak lain untuk menguji kadar keimanan anda dan agar diketahui bagaimana sikap anda, apakah anda menggerutu dan ingkar ataukah anda bersikap rela dan sabar.

Ingatlah, bahwa semua orang yang ada di muka bumi ini sedang diuji, orang fakir diuji dengan kefakirannya dan orang kaya diuji dengan kekayaannya. Ketika Allah subhanahu wata�ala memuliakan Nabi Sulaiman dengan harta dan kerajaan maka beliau berkata, "Ini adalah keutamaan dari Rabbku, untuk mengujiku apakah aku bersyukur ataukah justru kafir." Maka selayaknya seorang fakir juga berkata, "Ini adalah ketetapan Rabbku, untuk mengujiku apakah aku bersabar ataukah ingkar." Bahkan Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam menjelaskan bahwa ujian kefakiran itu lebih ringan dibandingkan ujian kekayaan.

Saudaraku, janganlah engkau bersedih hati dengan kefakiranmu, hadapi kefakiran dengan dua hal; Berlindung kepada Allah subhanahu wata�ala darinya, dan bersabar atasnya.


SEBAB-SEBAB KEFAKIRAN
1.  Lemah dan Malas
Penyakit lemah dan malas terkadang menjadi salah satu sebab dari kefakiran bagi seorang muslim. Karena Allah subhanahu wata�ala menciptakan manusia dalam keadan memiliki potensi untuk berusaha dan bekerja di muka bumi, serta diberi kemampuan untuk berjuang mencari rizki. Oleh karenanya Dia berfirman, artinya,
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah." (QS. 90:4)

Susah payah mengharuskan seseorang untuk berusaha, bekerja keras dan berjuang untuk memperoleh rezeki dan keberkahan. Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam banyak-banyak berlindung dari sikap malas dan lemah, beliau bersabda,
"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari kegelisahan dan kesedihan, dari sifat lemah dan malas, dari sikap pengecut dan kikir, dari belitan hutang dan tekanan orang." (HR. al-Bukhari)

2.  Dosa dan Maksiat
Kefakiran dan kemelaratan merupakan bagian dari musibah, yang terkadang disebabkan karena kemaksiatan sebagaimana musibah yang lain pada umumnya. Allah subhanahu wata�ala berfirman, artinya,
"Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. 42:30)

Ibu Abbas radhiyallahu �anhu berkata,
"Sesungguh nya kebaikan itu sinar di wajah, cahaya di dalam hati, kekuatan di badan, keluasan dalam rezeki, kecintaan di dalam hati setiap orang. Sedangkan keburukan adalah kemuraman di wajah, kegelapan di hati, kelemahan di badan, mengurangi rezeki, dan penyebab kebencian di hati orang."

Maka cukuplah kemaksiatan itu akan menghilangkan keberkahan, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu �alaihi wasallam,
"Sesungguhnya seorang hamba terhalang dari rizki dengan sebab dosa yang dia kerjakan." (HR. Ahmad & Ibnu Majah)

Terhalangnya seseorang dari rezeki mungkin dengan lenyapnya rezeki tersebut, atau berkurang jumlahnya, atau tidak memberinya manfaat sehingga meskipun harta yang dimiliki sangat banyak, namun justru menjadi bencana baginya.

Oleh karena itu selayaknya masing-masing kita melihat seberapa banyak telah melakukan dosa, menyia-nyiakan shalat, kurang takut kepada Allah subhanahu wata�ala, tidak mau bersilaturrahim dengan kerabat, buruk pergaulan dengan sesama muslim dan lain-lain. Kalau kita menyadari, maka sungguh tidak ada seorang pun di antara kita yang lepas dari berbuat dosa, sebagaimana sabda Nabi shallallahu �alaihi wasallam,
"Seluruh bani Adam banyak berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR. at-Tirmidzi)

3.  Penjagaan Allah subhanahu wata�ala kepada Hamba
Allah subhanahu wata�ala itu Maha Tahu, boleh jadi jika seorang hamba diberi kekayaan, justru akan menjadikannya celaka di dunia dan di akhirat, atau akan menjadikan dia sombong dan besar kepala yang berakibat pada turunnya siksa dan bencana. Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya Allah Ta�ala menjaga hamba-Nya yang beriman dari dunia ini, padahal Dia mencintainya. Sebagaimana kalian semua berhati-hati (menjaga) orang sakit dalam memberi makan dan minum, karena khawatir terhadapnya." (HR. Ahmad, terdapat di Shahih al-Jami no. 181)

4.  Telah Ditetapkan Memperoleh Kedudukan di Sisi Allah subhanahu wata�ala
Termasuk besarnya kemuliaan dan kemurahan Allah subhanahu wata�ala adalah Dia memuliakan hamba-Nya sebelum hamba itu melakukan suatu prestasi, dan Dia telah menulis untuk seorang hamba satu kedudukan yang tidak mungkin hamba tersebut mencapainya hanya dengan amal perbuatannya. Sehingga dia memberikan kebaikan dengan cara mengujinya, baik itu dalam harta, anak, atau badannya. Nabi shallallahu �alaihi wasallam bersabda,
"Sesungguhnya jika seorang hamba telah ditulis baginya satu kedudukan yang tidak mampu dia capai dengan amalnya, maka Allah mengujinya di dalam harta atau badan atau anaknya." (HR. Abu Dawud)

Dan kedudukan yang tinggi hanya dicapai oleh seorang mukmin. Maka ketika ada seseorang datang kepada Nabi shallallahu �alaihi wasallam lalu berkata, "Sungguh aku mencintaimu." Maka Nabi menjawab,  
"Siapkan dirimu menjadi orang fakir."

Sumber : http://baitulmuslim-3mudilah.blogspot.com/search/label/Fakir


Wallahu a�lam bish-shawabi... (hanya Allah yang Mahatahu Kebenarannya)

Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini...
Itu hanyalah dari kami...
dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan...

Semoga Allah SWT. memberi kekuatan untuk kita amalkan.
Wassalam...

Semoga Bermanfaat dan bisa kita ambil hikmahnya... amin
Silahkan COPY atau SHARE ke rekan anda jika menurut anda notes ini bermanfaat...

Catatan :
Lampirkan Sumbernya ya.... Syukron