Selasa, 06 Agustus 2013

George W Bush Dioperasi Jantung

George W Bush dengan dua lukisan anak anjing hasil karyanya.
George W Bush dengan dua lukisan anak anjing hasil karyanya.

REPUBLIKA.CO.ID,DALLAS -- Presiden Amerika Serikat yang mengibarkan kebencian terhadap umat Muslim, George Bush, dioperasi jantung. Para dokter melakukan operasi terhadap mantan presiden AS tersebut, Selasa (6/8) setelah menemukan penyumbatan jantung terhadap Bush.

Bush yang disebut-sebut mengobarkan perang terhadap Irak ini telah berhasil menjalani operasi pemasangan stent atau cincin jantung untuk membuka penyumbatan di salah satu pembuluh nadinya.

Prosedur itu dilakukan di Rumah Sakit Texas Health Presbyterian di Dallas, kota tempat tinggal mantan presiden berusia 67 tahun tersebut.

Kantor Bush mengatakan ia dalam kondisi penuh semangat, ingin segera pulang hari Rabu, dan berencana untuk memulai kembali kegiatan normalnya pada hari Kamis. Bush dua kali terpilih sebagai presiden, ia menjabat dari tahun 2001 hingga 2009.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/senggang/sosok/13/08/07/mr4i4d-george-w-bush-dioperasi-jantung

Ucapan Selamat pada Hari Raya Idul Fitri

Apa yang mesti kita ucapkan ketika bertemu saudara kita di hari raya Idul Fitri? Adakah ucapan khusus yang diajarkan?

Perlu diketahui bahwa telah terdapat berbagai riwayat dari beberapa sahabat radhiyallahu �anhum bahwa mereka biasa mengucapkan selamat di hari raya di antara mereka dengan ucapan �Taqobbalallahu minna wa minkum� (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).
??? ???????? ???? ???????? ????? : ????? ????????? ??????? ??????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? ??????????? ?????? ???????? ??????? ?????????? ???????? : ????????? ??????? ?????? ??????? . ??? ?????? : ?????? ??? .
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata bahwa jika para sahabat Rasulullah shallallahu �alaihi wa sallam berjumpa dengan hari �ied (Idul Fithri atau Idul Adha, pen), satu sama lain saling mengucapkan, �Taqobbalallahu minna wa minka (Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian).� Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.[1]

Imam Ahmad rahimahullah berkata,
????? ?????? ???? ??????? ???????? ?????????? ?????? ???????? : ????????? ??????? ?????? ???????
�Tidak mengapa (artinya: boleh-boleh saja) satu sama lain di hari raya �ied mengucapkan: Taqobbalallahu minna wa minka.�

??????? ?????? : ?????? ???????? ???? ?????? ???????? ??? ???????????? ????????? ??????? ?????????? .????? : ??? ?????? ???? ? ???????? ?????? ???????? ???? ????? ????????? ????? : ??????????? ???? ??????????? ? ????? : ?????? .????? : ????? ???????? ???? ??????? ????? ?????? ???????? .????? : ??? .
Salah seorang ulama, Harb mengatakan, �Imam Ahmad pernah ditanya mengenai apa yang mesti diucapkan di hari raya �ied (�Idul Fithri dan �Idul Adha), apakah dengan ucapan, �Taqobbalallahu minna wa minkum�?� Imam Ahmad menjawab, �Tidak mengapa mengucapkan seperti itu.� Kisah tadi diriwayatkan oleh penduduk Syam dari Abu Umamah.

Ada pula yang mengatakan, �Apakah Watsilah bin Al Asqo� juga berpendapat demikian?� Imam Ahmad berkata, �Betul demikian.� Ada pula yang mengatakan, �Mengucapkan semacam tadi tidaklah dimakruhkan pada hari raya �ied.� Imam Ahmad mengatakan, �Iya betul sekali, tidak dimakruhkan.�
???????? ????? ??????? ??? ?????????? ???????? ?????????? ? ??????? ? ????? ????????? ???? ??????? ? ????? : ????? ???? ????? ????????? ????????????? ?????????? ???? ????????? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????????? ???? ???????? ???? ???????? ??????? ?????????? ???????? : ????????? ??????? ?????? ??????? .??????? ???????? : ???????? ??????? ????? ????????? ???????? ??????? .
Ibnu �Aqil menceritakan beberapa hadits mengenai ucapan selamat di hari raya �ied. Di antara hadits tersebut adalah dari Muhammad bin Ziyad, ia berkata, �Aku pernah bersama Abu Umamah Al Bahili dan sahabat Nabi shallallahu �alaihi wa sallam lainnya. Jika mereka kembali dari �ied (yakni shalat �ied, pen), satu sama lain di antara mereka mengucapkan, �Taqobbalallahu minna wa minka�.� Imam Ahmad mengatakan bahwa sanad riwayat Abu Umamah ini jayyid.

�Ali bin Tsabit berkata, �Aku pernah menanyakan pada Malik bin Anas sejak 35 tahun yang lalu.� Ia berkata, �Ucapan selamat semacam ini tidak dikenal di Madinah.�

Diriwayatkan dari Ahmad bahwasanya beliau berkata, �Aku tidak mendahului dalam mengucapkan selamat (hari raya) pada seorang pun. Namun jika ada yang mengucapkan selamat padaku, aku pun akan membalasnya.� Demikian berbagai nukilan riwayat sebagaimana kami kutip dari Al Mughni[2].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, �Adapun tentang ucapan selamat (tah-niah) ketika hari �ied seperti sebagian orang mengatakan pada yang lainnya ketika berjumpa setelah shalat �ied, �Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahaalallahu �alaika� dan semacamnya, maka seperti ini telah diriwayatkan oleh beberapa sahabat Nabi. Mereka biasa mengucapkan semacam itu dan para imam juga memberikan keringanan dalam melakukan hal ini sebagaimana Imam Ahmad dan lainnya. Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, �Aku tidak mau mendahului mengucapkan selamat hari raya pada seorang pun. Namun kalau ada yang mengucapkan selamat padaku, aku akan membalasnya�. Imam Ahmad melakukan semacam ini karena menjawab ucapan selamat adalah wajib, sedangkan memulai mengucapkannya bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Dan sebenarnya bukan hanya beliau yang tidak suka melakukan semacam ini. Intinya, barangsiapa yang ingin mengucapkan selamat, maka ia memiliki qudwah (contoh). Dan barangsiapa yang meninggalkannya, ia pun memiliki qudwah (contoh).�[3]

Syaikh Muhammad bin Sholih Al �Utsaimin rahimahullah ditanya, �Apa hukum mengucapkan selamat hari raya? Lalu adakah ucapan tertentu kala itu?�

Beliau rahimahullah menjawab, �Ucapan selamat ketika hari raya �ied dibolehkan. Tidak ada ucapan tertentu saat itu. Apa yang biasa diucapkan manusia dibolehkan selama di dalamnya tidak mengandung kesalahan (dosa).�[4]

Syaikh Ibnu �Utsaimin rahimahullah ditanya, �Apa hukum jabat tangan, saling berpelukan dan saling mengucapkann selamat setelah shalat �ied?�

Syaikh rahimahullah menjawab, �Perbuatan itu semua dibolehkan. Karena orang-orang tidaklah menjadikannya sebagai ibadah dan bentuk pendekatan diri pada Allah. Ini hanyalah dilakukan dalam rangka �adat (kebiasaan), memuliakan dan penghormatan. Selama itu hanyalah adat (kebiasaan) yang tidak ada dalil yang melarangnya, maka itu asalnya boleh. Sebagaimana para ulama katakan, �Hukum asal segala sesuatu adalah boleh. Sedangkan ibadah itu terlarang dilakukan kecuali jika sudah ada petunjuk dari Allah dan Rasul-Nya�.�[5]

Dari penjelasan di atas, berarti ucapan selamat hari raya itu bebas, bisa dengan ucapan �Selamat Hari Raya�, �Taqobbalallahu minna wa minkum� dan lainnya. Ucapan �Taqobbalallahu minna wa minkum� pun tidak dikhususkan saat Idul Fithri, ketika Idul Adha dianjurkan ucapan semacam ini sebagaimana kita dapat melihat dalam penjelasan berbagai riwayat di atas.

Satu catatan pula yang mesti diperhatikan, tidak ada pengkhususan di Idul Fithri untuk saling maaf memaafkan. Semacam sering kita dengar tersebar ucapan �Mohon Maaf Lahir dan Batin� saat Idul Fitrhi. Seolah-olah saat Idul Fithri hanya khusus dengan ucapan semacam itu. Ini sungguh salah kaprah. Idul Fithri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Waktu untuk saling memohon maaf itu luas. Ketika berbuat salah, langsung meminta maaf, itulah yang tepat. Tidak mesti di saat Idul Fithri. Karena jika dikhususkan seperti ini harus butuh dalil dari Al Qur�an dan Al Hadits. Buktinya, tidak ada satu dalil yang menunjukkan seperti ini.

Satu ucapan lagi yang keliru saat Idul Fithri, yakni ucapan �Minal �Aidin wal Faizin�. Ucapan ini dari segi makna kurang bagus. Arti dari ucapan tersebut adalah �Kita kembali dan meraih kemenangan�. Ini suatu kalimat yang rancu. Kita mau kembali ke mana? Apa pada ketaatan atau maksiat? Jika mengandung dua makna seperti ini hendaknya ditinggalkan. Karena bisa jadi orang memahami yang dimaksud adalah kita kembali pada maksiat. Artinya, ibadah hanya di bulan Ramadhan saja, setelah itu sah-sah saja untuk maksiat, sah-sah saja untuk tinggalkan shalat dan ibadah wajib lainnya. Akibat ucapan keliru, berujung pada amalan yang keliru.

Satu hal lagi yang mesti dipahami, makna �Minal �Aidin wal Faizin� adalah sebagaimana yang kami sebutkan di atas. Dan bukan maknanya adalah �Mohon Maaf Lahir dan Batin�. Setiap kali ada yang ucapkan �Minal �Aidin wal Faizin� lantas diikuti dengan kalimat �Mohon Maaf Lahir dan Batin�. Dikira artinya adalah kalimat selanjutnya. Ini sungguh keliru. Ini pemahaman orang yang tidak paham bahasa Arab. Semestinya hal ini diluruskan. Makna kalimat �Minal �Aidin wal Faizin� adalah �Kita kembali dan meraih kemenangan�. Namun sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru. Sehingga sudah sepantasnya kita hindari. Ucapan yang lebih baik adalah sebagaimana telah dikemukakan di awal tulisan dan dicontohkan langsung oleh para sahabat, yakni �Taqobbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amal kita dan amal kalian)�.

Kami pun doakan pada para pembaca Muslim.Or.Id, taqobbalallahu minna wa minkum. Semoga Allab menerima amalan kita dan amalan kalian.

�
Diselesaikan menjelang shalat tarawih, 30 Ramadhan 1431 H (8 September 2010) di Panggang-Gunung Kidul
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel Muslim.Or.Id
�
[1] Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, Darul Ma�rifah, 1379, 2/446. Syaikh Al Albani dalam Tamamul Minnah (354) mengatakan bahwa sanad riwayat ini shahih.
[2] Al Mughni, Ibnu Qudamah Al Maqdisi, Darul Fikr, cetakan pertama, 1405, 2/250.
[3] Majmu� Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa�, cetakan ketiga, 1426, 24/253.
[4] Majmu� Fatawa Rosail Ibni �Utsaimin, Asy Syamilah, 16/129.
[5] Majmu� Fatawa Rosail Ibni �Utsaimin, 16/128.
==========
Silakan like FB fanspage Muslim.Or.Id dan follow twitter @muslimindo
==========

MUI: Pelarangan Takbir Keliling Sama dengan Pengerdilan Agama Islam

Photo � Antaranews/Irwansyah Putra
Imbauan berisi larangan dari Polda Metro Jaya kepada umat Islam untuk tidak melakukan takbir keliling mendapat tentangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Wakil Sekjen MUI Tengku Zulkarnaen mengatakan, alasan Polda Metro Jaya melarang takbir keliling mengada-ada.

Menurut dia, takbir keliling termasuk salah satu sunnah dalam ajaran Islam. Karena perayaan malam Lebaran tidak hanya sekadar dilakukan di mushalla dan masjid, bisa juga dilakukan di jalan demi syiar. Karena itu, ia sangat keberatan kalau sampai dilarang.

�Alasan pelarangan takbir keliling ini sama saja pembangkangan terhadap ajaran Islam. Kalau dilarang, ini pengkerdilan agama Islam,� kata Tengku, Selasa (6/8) seperti diberitakan Republika.

Ia mengatakan, jika takbir hanya diizinkan dilakukan di mushalla, sama saja polisi mengurung umat Islam. Itu lantaran Islam sebagai mayoritas agama masyarakat Indonesia tapi tidak lagi bebas disyiarkan. Tentu hal itu menggelitiknya lantaran tidak adil jika gerak-gerik kaum Muslim malah dibatasi ketika menyambut perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Tengku mengingatkan, kepolisian hendaknya mencabut larangan takbir keliling. Kalau tidak bisa muncul opini negatif kalau Polri melakukan pandang bulu dalam mengeluarkan kebijakan. Karena pada malam tahun baru, seluruh masyarakat tumpah ruah ke jalan malah tidak dilarang.

Bahkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sampai ikut larut dalam perayaan tahun baru. Karena itu, ia menilai aneh ketika umat merayakan tahun baru Islam cenderung dibatasi.

�Polri seperti mengkerangkeng umat Islam, tapi membiarkan umat lain bebas merayakan malam tahun baru,� kritik Tengku.

Ia mengaku bisa memahami, kadang ada masyarakat yang berbuat kurang baik ketika melakukan takbir keliling di jalan raya. Namun hal itu lebih baik dikoordinasikan dengan ulama, pengurus masjid maupun ketua RT/RW setempat. Sehingga masyarakat yang ingin mengekspresikan perayaan penyambutan Lebaran bisa menjalankannya dengan baik.

Dengan koordinasi yang baik dan langkah antisipatif, kata dia, segala hal negatif yang muncul bisa ditangani dengan baik. Hal itu sudah dicontohkan semasa kepala Polda Metor Jaya Untung S Rajab yang mau bekerja sama dengan seluruh komponen umat Islam. Sehingga, pada masa itu tidak ada larangan bagi kaum Muslim yang ingin menggelar takbir keliling.

�Ibaratnya kami ingin supaya tertib agar hal negatif bisa diminimalisasi, bukan diberangus seperti sekarang,� ujar Tengku.

Sementara itu, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Niam dalam rilis kepada Islampos.com, Selasa (6/8) mengatakan, �Takbir Keliling adalah bagian dari syiar yang dianjurkan.�

Doktor hukum Islam ini mengingatkan, bagi umat Islam yang ingin melakukan takbir keliling tentu harus tetap menjaga ketertiban, keamanan, dan kekhidmatan.

�Bahwa larangan takbir keliling tidak relevan, ahistoris, dan tidak memahami utuh masalah sosial keagamaan. Bisa jadi lalai, perlu diingatkan. Semoga tidak punya agenda lain,� urainya.

Dan sudah menjadi tugas petugas keamanan melakukan pengamanan, bukan melarang takbir keliling yang bagian dari syiar Islam.

�Aparat keamanan harus melakukan pengamanan terhadap pelaksanaan syiar agama di malam Idul Fitri,� terangnya.

�Pengurus masjid, ormas, pejabat, perlu mengkoordinasikan pelaksanaan takbir keliling,� tambahnya.

Sumber : http://news.fimadani.com/read/2013/08/07/mui-pelarangan-takbir-keliling-sama-dengan-pengerdilan-agama-islam/

Senin, 05 Agustus 2013

Mudik "Super Nekad" Masyarakat Bangladesh


Islamedia - Mudik adalah kegiatan perantau/ pekerja migran untuk kembali ke kampung halamannya. Mudik berasal dari bahasa jawa "Mulih Dhisik" yang artinya pulang dulu. Mudik di Indonesia identik dengan tradisi tahunan yang terjadi menjelang hari raya besar keagamaan misalnya menjelang Lebaran. Pada saat itulah ada kesempatan untuk berkumpul dengan sanak saudara yang tersebar di perantauan, selain tentunya juga sowan dengan orang tua. Tradisi mudik muncul pada beberapa negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim, seperti Indonesia dan Bangladesh.

Mudik salah satu moment yang paling ditunggu oleh masyarakat saat jelang lebaran. meskipun harus dengan berdesakan, bertemankan macet, panas, dan hujan, para pemudik tetap dengan senang melaluinya. Sebab, kerinduan akan kampung halaman, serta berkumpul dengan orang-orang terkasih menjadi semua rintangan diperjalanan menjadi ringan di lalui.

Selain Indonesia, negara-negara berkembang yang mayoritas Muslim pun memiliki tradisi mudik ini. salah satunya adalah Bangladesh. Sebagaimana kita ketahui, Indonesia salah satu negara yang menyedot perhatian saat musim mudik tiba. Pasalnya, masyarakat berdesakan dijalan memenuhi badan jalan menyebabkan macet yang panjang. Tapi tahukah anda bagaimana tradisi mudik di Bangladesh? 

Mudik di bangladesh ternyata tidak lebih baik dari Indonesia. Masyarakat Bangladesh berdesakan memenuhi kendraan/transportasi massal berupa kereta. 

Dalam foto berikut ini, bisa kita saksikan bagaimana sambutan masyarakat terhadap mudik.










Sumber : http://www.islamedia.web.id/2013/08/begini-mudiknya-masyarakat-bangladesh.html

Sering Lupa?? Bisa Jadi Karena Jarang Gosok Gigi

Islamedia - Menurut para doketr gigi, menyikat gigi dilakukan minimal dua kali sehari yaitu sehabis sarapan pagi dan sebelum tidur malam atau setelah sahur dan sebelum tidur malam. Akibat dari jarangnya menyikat gigi adalah timbulnya plak di gigi yang diakibatkan dari penumpukan kotoran di gigi. Plak gigi juga dapat menyebabkan gigi berlubang yang jika dibiarkan bisa membuat gigi ngilu. Selain plak dan gigi berlubang, jarangnya menyikat gigi juga dapat mengakibatkan bau napas yang tidak sedap sehingga dapat dijauhi oleh teman sekitar. 

Selain efek malasnya sikat gigi diatas, sebuah penelitian di University of California menunjukan fakta baru. Bahwa kebiasaan gosok gigi berhubungan dengan risiko pikun di usia lanjut. Orang yang tidak setiap hari gosok gigi, risikonya 65 persen lebih tinggi untuk pikun dibanding kalau gosok gigi 3 kali sehari.
Dampak yang langsung dirasakan ketika orang malas gosok gigi mungkin hanya bau mulut, infeksi dan rasa nyeri. Namun dampak jangka panjang jauh lebih mengerikan sebab ternyata juga bisa mempengaruhi fungsi otak jadi lebih cepat pikun.
"Sangat dimungkinkan bahwa kebiasaan dalam menjaga kesehatan mulut mempengaruhi apakah kelak akan pikun atau tidak," kata Annlia Paganini-Hill, ilmuwan yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari Indiavision.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Geriatrics Society tersebut melibatkan sedikitnya 5.500 warga sebuah komunitas pensiunan di California. Para partisipan diamati dalam rentang waktu antara tahun 1992 hingga tahun 2010.
Selama kurang lebih 18 tahun kemudian, 1.145 orang mengalami gejala yang menunjukkan ciri-ciri demensia atau pikun. Dari 78 partisipan yang gosok gigi kurang dari sekali sehari di tahun 1992, 21 orang di antaranya terdiagnosis pikun pada tahun 2010.
Angka tersebut menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 4 partisipan yang jarang gosok gigi akan mengalami pikun. Sebagai pembanding, partisipan yang menggosok gigi minimal 1 kali sehari hanya memiliki risiko pikun dengan perbandingan 1 berbanding 5 orang.
Sayangnya penelitian ini tidak membuktikan bahwa pembusukan gigi akibat jarang gosok gigi merupakan penyebab pikun. Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apa penyebab pikun yang sesungguhnya pada orang-orang yang malas gosok gigi. [wkd/dtk/im]

*http://www.islamedia.web.id/2013/08/sering-lupa-bisa-jadi-karena-jarang.html

Minggu, 04 Agustus 2013

Israel Rombak Masjid Nabi Daud Jadi Sinagog

Sinagog (ilustrasi)
Sinagog (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, ALQUDS -- Sejumlah sumber media Israel mengungkap keputusan Israel yang mengubah salah satu masjid Islam bersejarah di kota Alquds menjadi sinagog Yahudi setelah beberapa pemukim ilegal Israel melakukan tindakan kekerasan terhadap masjid itu yang menyebabkan kerusakan.

Harian Israel Haaretz dalam halaman portal online-nya menegaskan Dinas Peninggalan Bersejarah Israel telah memutuskan mengubah Masjid Nabi Daud di kota Alquds menjadi sinagog yahudi.
''Dinas menghapus seluruh simbol-simbol Islam dari masjid tersebut,'' sebut laporan PIC yang dipantau Mi�raj News Agency.

Sebelumnya kelompok Yahudi ekstrim menggerebek masjid Nabi Daud bersejarah yang terletak di kampung Ali Dajani sebelah barat daya Masjid Al Aqsha untuk kedua kalinya selama dua pekan terakhir.

Menurut laporan media, mereka menghancurkan tiga tembok keramik masjid tersebut yang merupakan peninggalan bersejarah di masa Dinasti Utsmani.

Harian Israel menambahkan Dinas Peninggalan Bersejarah Israel tidak memutuskan merenovasi keramik yang dirusak tersebut. Tetapi, mereka justru menghilangkan seluruh simbol yang berbau Arab dan Islam di masjid tersebut sehingga menjadi sebuah sinagog.

Masjid bersejarah ini dibangun pada abad ke-17 dan sejak saat itu memang tidak pernah direnovasi karena hebatnya bangunan yang masih utuh itu. Namun, kini Yahudi ekstrim menghancurkannya.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/13/08/05/mr1dhy-israel-rombak-masjid-nabi-daud-jadi-sinagog

�Mengapa Kantor-Kantor Mesti Ada Masjid?� Ini Dia Jawaban Jusuf Kalla di Hadapan Umat Kristiani

Ilustrasi - Masjid dan Gereja. (ksupointer)
Ilustrasi � Masjid dan Gereja. (ksupointer)

dakwatuna.com - Jum�at (1/3/2013), Jusuf Kalla memimpin rapat Dewan Masjid Indonesia (DMI). Setelah Maghrib pada hari tersebut, mantan Wakil Presiden RI ini bercerita bahwa dia baru saja berceramah di hadapan 700 pendeta di Makassar dalam rangka Konferensi Gereja.

Dalam sesi tanya jawab, ada salah seorang peserta konferensi yang bertanya tentang gereja di Yasmin Bogor. Menjawab pertanyaan tersebut, Jusuf Kalla menuturkan bahwa umat Kristiani sudah memiliki 56 ribu gereja di seluruh Indonesia dan tidak ada masalah, seharusnya berterima kasih. Selain itu pertumbuhan gereja di Indonesia lebih besar daripada masjid. Lalu kenapa urusan 1 gereja ini disampaikan oleh umat Kristiani ke seluruh dunia?

Jusuf Kalla atau yang biasa dipanggil JK melanjutkan bahwa toleransi itu harus dari kedua belah pihak, artinya dari umat Kristiani pun juga harus toleran. �Apa salahnya pembangunan dipindah lokasi sedikit saja? Tuhan tidak masalah kamu mau doa di mana. Izin membangun gereja bukan urusan Tuhan, tapi urusan walikota�, jawab JK dengan nada khasnya yang tinggi.

Peserta lainnya pun bertanya, �mengapa kantor-kantor mesti ada masjid?�. Dengan tegas JK menjawabnya, �Justru ini dalam rangka menghormati Anda. Jum�at kan tidak libur, Anda libur hari Minggu untuk kebaktian. Anda bisa kebaktian dengan 5 kali shift, (sedangkan) ibadah Jum�at cuma sekali. Kalau Anda tidak suka ada masjid di kantor, apa Anda mau hari liburnya ditukar, Jum�at libur, Minggu kerja. Pahami ini sebagai penghormatan umat Islam terhadap umat Kristen�, demikian seperti dikutip dari Rimanews. (rimanews/hdn)