Rabu, 31 Juli 2013

Do'a Rezeki Do'a yang Dipanjatkan Setelah Sholat Dhuha




ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU�ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA�IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA �IBAADAKASH SHALIHIN.


Artinya: �Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh�.

Rabb, Izinkan Aku Mendampinginya di Akhirat

Adalah seorang sahabat Rasulullah saw yang telah berumur 35 tahun belum juga menikah. Ia banyak menghabiskan waktunya di suffah Mesjid Nabawi Madinah. Ia termasuk kelompok ahlussuffah bersama Abu Huraerah r.a. Karena kezuhudannya, beliaupun terkenal dengan nama Zahid.

Suatu saat ketia beliau sedang memperkilat pedangnya, Rasulullah saw datang dan memberi salam kepadanya. Kemudian Rasulullah menegurnya, �wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja?�. �Allah bersamaku ya Rasulullah,� jawab Zahid.
�Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?,� kata Rasulullah SAW.


�Ya Rasulullah, siapakah yang mau menikah dengan orang seperti aku, yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek seperti ini?! Seakan Zaid menyadari dirinya yang tidaklah mungkin ada wanita yang mau meliriknya apalagi ingin mendampinginya.
Rasulullah berkata kepadanya, � Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!� Ditawari Rasulullah yang notabene Murabbinya, tentu ia sam�an wata�atan saja, apalagi ia semakin dimakan usia.
 

Rasulullah SAW pun meminta kepada seorang sahabat untuk membuatkan surat lamaran yang isinya adalah melamar seorang wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Selanjutnya, surat itu diberikan kepada Zahid dan diperintahkanlah ia untuk membawa surat tersebut kepada Said orang tua sahabiyah yang cantik jelita itu.
Setelah memberi salam, ia menyampaikan maksud kedatangannya, �Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia untuk diberikan kepadamu.� Said menjawab, �tentu ini merupakan suatu kehormatan buatku.�
 

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, tiba-tiba Said kaget dan terkejut dengan isi surat itu. Sebuah lamaran dari Rasulullah saw untuk Said kepada anak perempuannya. Dalam logika Said, bagaimana mungkin menikahkan putrinya yang cantik dan bangsawan lagi kaya dengan seorang pemuda yang sudah tua, yang secara lahiriah sungguh, dan sungguh sangat tidak sederajat. Tetapi bagaimana mungkin juga bisa menolak permintaan Rasulullah saw. Untuk meyakinkan kembali dirinya said pun bertanya kepada Zahid, �Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah saw?�
�Apakah engkau pernah melihat aku berbohong? Jawab zahid.�
 

Zulfah sang putri yang cantik jelita melihat bapaknya yang tegang dan salah tingkah, ia pun menghampirinya dan bertanya �Kenapa ayah kelihatan tegang terhadap tamu ini? bukankah lebih baik dipersilahkan masuk?�
�Wahai putriku, tamu ini adalah seorang pemuda yang datang untuk melamar dirimu agar kiranya engkau berkenan menjadi istrinya,� kata ayahnya.
 

Mendengar ucapan ayahnya Zulfah yang cantik jelita itu menangis sejadi-jadinya dan berkata, �Wahai ayah, bukankah banyak pemuda yang tampan dan kaya raya yang menginginkan aku? aku tak mau menikah dengannya dan aku menolak lamarannya!� Rupanya Zulfah merasa terhina dan direndahkan oleh pemuda (yang mungkin dalam batin wanita cantik jelita itu) tidak tahu diri dan lancang melamar dirinya.
Said orangtua wanita cantik jelita itu pun berkata kepada Zahid, �Wahai saudaraku, engkau telah melihat sendiri anakku tidak mau? Sebab itu sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak.�
 

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, �mengapa ayah membawa-bawa nama Rasulullah?�Akhirnya Said menjelaskan kepada anaknya yang cantik jelita itu, �sesungguhnya pemuda ini datang melamar atas perintah Rasulullah.�
Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu. Ia ingat firman Allah dalam Al-Quran �Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat?. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)� ia kemudian berkata kepada ayahnya, �Wahai ayah, kenapa tidak sejak dari tadi katakan kalau yang melamar ini Rasulullah!?, kalau begitu terima lamarannya dan segera aku harus dinikahkan dengan pemuda ini. 


Sungguh tidak bisa dibayangkan betapa gembiranya Zahid pada saat itu, kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dalam kata-kata. Ia merasa jiwanya seakan melayang ke angkasa ia pun segera pamit pulang. Sesampainya di masjid ia sujud syukur kepada Allah yang Maha Indah yang senantiasa memberi keindahan
Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.
�Bagaimana Zahid?�
�Alhamdulillah diterima ya rasul,� jawab Zahid.
�Sudah ada persiapan?�
Zahid menundukkan kepala sambil berkata, �Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa.�
 

Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bin Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, kebiasaan orang yang mau menikah ia pergi ke pasar untuk membeli persiapan pernikahan. 

Ditengah kebahagiaannya menanti hari penuh bahagia, pada saat ia sibuk menyiapkan segala urusan pernikahannya, Rasulullah SAW menyerukan perang kepada kaum muslimin untuk menghadapi kaum kafir.
Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, �Ada apa ini?�
Sahabat menjawab, �Wahai Zahid, hari ini kita akan melakukan perang melawan orang kafir, maka apakah engkau tidak mengerti?�.
Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, �saya akan menjual perlengkapan kawin ini dan akan kubelikan kuda yang terbagus.�
 

Beberapa sahabat menasehatinya untuk mempertimbangkannya keputusannya itu, �Wahai Zahid, bukankah nanti malam kamu akan berbulan madu, kenapa engkau hendak berperang?�
Zahid menjawab dengan tegas, �Itu tidak mungkin!� tidakkah engkau ingat firman Tuhan �Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.? (QS. 9:24).
 

Akhirnya Zahid maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.
Mendengar berita gugurnya calon pengantin baru, Rasulullah berkata, �Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah.�
 

Memang benar firman Allah �Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati?.(QS 3: 169-170).

Zahid mendapat rezki yang lebih baik lagi dari yang ditinggalkannya, sebuah kenikmatan yang hakiki, ia pun berbahagia dengan segala anugerah Tuhannya.
 

Para sahabat meneteskan air mata sedih bercampur gembira. Dan ketika Zulfah yang cantik jelita itu mendengar kabar kesyahidan calon suaminya, ia berseru dalam doa, �Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat.�
Aku bangga padamu Zahid karena engkau syahid di jalan Allah, tapi aku juga cemburu padamu, karena engkau telah mendapatkan dua yang cantik jelita. Masih adakah seperti itu di zaman sekarang? Semoga.


Sumber : http://abdulrahmansakka.blogspot.com/2008/11/rabb-izinkan-aku-mendampinginya-di_24.html

Kalau Anda Bisa Lewati Ujian Seperti Ini, Perceraian Terhindari

TRIBUNNEWS.COM. Pakar hubungan dan penulis buku The Nine Phases of Marriage, Susan Shapiro Barash, memaparkan tiga tantangan pernikahan terbesar dan bagaimana mengatasi masalah-masalah itu.

Tantangan # 1: Keuangan


Susan mengatakan keuangan masih tetap akan menjadi masalah besar dalam pernikahan. Banyak pasangan memilih mempunyai rekening bank terpisah untuk menghindari perselisihan.

Tetapi ketika urusan anak-anak dan rumah tangga tiba, tak bisa dihindarkan uang mereka menyatu bersama-sama. Susan mengatakan bahwa Anda harus fleksibel untuk urusan keuangan. Yang paling penting, harus bisa menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatan saat ini.

Tantangan # 2: Keluarga


Keluarga adalah isu lain dalam pernikahan. Lebih khusus lagi, ujar Susan, soal mertua. Bagaimana hubungan Anda dengan ibu mertua? Bagaimana Anda menggaris batas-batas sehingga istri mendapatkan yang dia butuhkan dan suami bisa tetap berbakti pada orang tuanya?

Persoalan ketidakharmonisan antara istri dan ibu mertua bukan hal aneh, dan sebenarnya wajar-wajar saja. Pemecahannya, adalah komunikasi yang jujur dengan pasangan. Dalam pernikahan, begitu sering perempuan merasa ragu-ragu untuk mengekspresikan diri, apalagi bercerita kepada suami tentang masalah dengan ibu mertua. Susan mendesak pasangan untuk berkomunikasi terus-menerus.

Tantangan # 3: Anak


Susan menunjukkan bahwa kita hidup dalam masyarakat yang berfokus pada anak. Pertanyaan anaknya berapa? Sudah 'isi' belum? Selalu menjadi pertanyaan yang sering diajukan pada pasangan menikah.

Anak adalah perekat rumah tangga, tapi juga bisa menjadi berbagai sumber masalah. Jika Anda memiliki nilai yang berbeda dalam mendidik anak, akan menjadi sebuah pertikaian tiada henti, penumpukan kekecewaan hingga akhirnya saling menyalahkan. Contohnya, pilihan akan mengirimkan anak ke sekolah swasta atau sekolah agama? Apakah Anda ingin pengasuh?

Prestasi akademis menjadi hal utama di keluarga Anda? Banyak sekali. Pemecahannya, jangan lelah diskusi mengenai segala hal terkait anak dengan pasangan. Bahkan sebelum sang anak hadir, karena dalam mengasuh anak, ayah dan ibu harus satu kepala dulu mengenai nilai-nilai yang akan ditanamkan. (Hesti Pratiwi/Sumber: Shine)

Sumber :  http://www.tribunnews.com/2012/12/27/kalau-anda-bisa-lewati-ujian-seperti-ini-perceraian-terhindari

Jangan Takut Menghadapi Hidup

Sejarah telah membuktikan, naiknya orang-orang yang sukses di panggung dunia hanya karena kekuatan dirinya memegang keyakinan yang melahirkan dinamika, konsistensi, dan tidak pernah takut menghadapi resiko.

Lihatlah contoh dan tauladan terbaik ummat, Rasulullah Muhammad saw, ketika mendapat cercaan, hinaan dan kemudian di bujuk dengan segala kenikmatan dunia agar ia meninggalkan keyakinananya. Dengan berani dan penuh keyakinan Rasulullah bersabda: �

� Betapapun engkau letakkan matahari di tangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, tidaklah aku akan mundur dari dakwah ini, sampai nyawa memisahkan diriku.�.

Atau lihat Bilal Bin Rabbah sahabat Rasulullah, ketika tubuhnya terpanggang panas matahari, kulitnya terkelupas karena pecutan cambuk keangkaramurkaan. Dan ia di paksa untuk kembali kepada kekafiran. Tetapi apa yang terjadi, dengan penuh keyakinan Bilal berkata; ahad ahad ahad dan seterusnya. Itulah sekelumit contoh dari penggalan sejarah.

Berbeda dengan orang yang selalu pesimis menjalani hidup, ia hanya melihat kelemahan dirinya dan tidak mau belajar dari keadaan orang lain. Sehingga ia kehilangan keberanian untuk melangkah, maka separuh hidupnya mengalami kegagalan.

Kegagalan adalah momok dalam kehidupan kita. Dan ini sering kita alami, sehingga merasa hidup kita kurang beruntung.

Apapun bentuk kegagalan, besar atau kecil, jika ia telah melanda kita maka yang kita perbuat adalah keluhan-keluhan belaka. Seorang yang sudah di hinggapi perasaan takut akan kegagalan, maka ia sangat enggan untuk melakukan pekerjaan. dan inilah yang melahirkan sikap skeptis ( keraguan ) terhadap hidup, hingga merasakan seakan hidup tidak berarti.

Orang yang mempunyai keberanian menghadapi resiko kebanyakan hidupnya tenang dan tidak di hantui rasa was-was, khawatir dan cemas. Mereka menyadari bahwa hidup memang selalu dihadapkan pada masalah yang di belakangnya penuh dengan resiko.

Takut menghadapi kegagalan, berarti tidak berani mengambil resiko dari tindakannya. Orang yang selalu takut dengan resiko kegagalan, maka ia juga takut untuk bertindak. Dan orang yang takut bertindak serta berbuat, maka selamanya ia tak akan menjumpai kesuksesan, sebab memang selamanya tak pernah melakukan sesuatu.

Maka lebih baik berbuat dan gagal ketimbang tidak berbuat sama sekali karena takut menanggung resiko kegagalan. Kegagalan memang merupakan konsekwensi dari tindakan yang kurang mengena pada sasaran.

Sumber : http://nurisfm.blogspot.com/2009/05/jangan-takut-menghadapi-hidup.html

Istri Cerewet = Panjang Usia & Lebih Sehat

Termasuk yang manakah Anda? Tipe istri pendiam atau justru sebaliknya alias cerewet atau bawel. Jika istri tipe yang kedua merupakan pilihan Anda, maka beruntunglah Anda. Sebab menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr Elaine D. Eaker dan timnya pada Agustus 2007 lalu terungkap bahwa istri yang cerewet atau bawel memiliki harapan hidup empat kali lipat lebih panjang dibandingkan dengan istri yang pendiam, cenderung menghindari konflik rumah tangga dan introvert.


Hasil penenitian yang dimuat dalam situs health24 ini melibatkan 3.682 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan berusia 40 hingga 50 tahun dengan usia pernikahan di atas 10 tahun.

Para peneliti mencatat dan mewawancarai secara detil catatan medis masing-masing pasangan, konflik yang pernah timbul dalam rumah tangga serta kehidupan sosial dari masing-masing pasangan. Dari sinilah Dr Elaine mendapatkan hasil bahwa istri yang pendiam, cenderung menghindari konflik rumah tangga dan introvert ternyata cenderung mengalami gangguan jantung serta penyakit kronis lainnya.

Namun sebaliknya, istri yang cerewet dan bawel dan memiliki kecenderungan untuk bebas mengekspresikan pendapatnya, berani menghadapi konflik serta beradu argumen dengan suami terbukti jauh lebih sehat dan memiliki usia hidup lebih panjang. �Kesimpulan bahwa komunikasi antara suami dan istri merupakan hal yang sangat penting. Jika komunikasi sudah terjalin dengan baik, tak hanya kehidupan rumah tangga tapi juga jiwa masing-masing pasangan juga bisa diselamatkan,� ujar Dr Elaine.

Untunglah�aku termasuk dlam katagori istri cerewet :D
Bagaimana dengan anda ??

http://sharingyuk.blogspot.com

Apakah Istri Anda Cerewet? Itu Normal


Islamedia - Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita menemukan banyak suami yang heran dengan sikap dan perilaku isterinya. Menurut para suami, isteri mereka terlalu banyak bicara. Ungkapan seperti ini sering didengar oleh para konselor keluarga:

�Isteri saya itu orangnya aneh banget. Maunya ngomong terus, hal-hal yang tidak penting saja diomongkan�, kata seorang suami.
�Isteri saya itu orangnya sangat cerewet. Semua dikomentari, seakan tidak ada hal yang benar dari diri saya�, kata suami yang lain.
�Saya heran, apa tidak sebaiknya dia itu diam saja, tidak usah banyak bicara�, ujar suami yang lain.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sebenarnya para suami hanya kurang memahami dan mengerti karakter umum perempuan. Ada hal yang membuat lelaki dan perempuan memang berbeda, karena memiliki susunan otak yang tidak sama. Allan dan Barbara Pease menceritakan bahwa kebanyakan perempuan memiliki susunan otak yang membuatnya bisa menang berbicara dan menang mengomel dibanding semua lelaki. Bagian otak perempuan yang digunakan untuk berbicara dan berbahasa lebih banyak dibanding pada otak laki-laki.

Hal ini membuat dua sudut pandang yang berbeda. Di mata perempuan, laki-laki tampak tidak banyak bicara. Sedangkan di mata laki-laki, perempuan tampak tidak bisa diam. Menurut kaum perempuan, laki-laki banyak diam sampai hal-hal penting saja tidak dibicarakan. Menurut laki-laki, para perempuan terlalu banyak bicara, sampai hal-hal yang tidak penting pun diomongkan.

Otak perempuan memiliki susunan yang memungkinnya memiliki kemampuan �jalur majemuk�. Perempuan bisa bermain lempar empat atau lima bola sekaligus. Perempuan dapat menjalankan program komputer sambil berbicara di telepon dan mendengarkan pembicaraan kedua yang berlangsung di belakangnya; sambil minum secangkir teh hangat.

Perempuan dapat berbicara mengenai beberapa hal yang tidak berhubungan dalam satu percakapan, dan menggunakan lima jenis suara untuk mengganti pokok pembicaraan atau memberi tekanan pada suatu hal tertentu. Laki-laki hanya mampu mendengarkan tiga dari banyak suara tersebut, sehingga laki-laki sering kehilangan alur cerita pada waktu mendengarkan perempuan berbicara.

Perempuan Sulit Berbicara To The Point

Dengan struktur otak yang �jalur majemuk� tersebut, rata-rata kaum perempuan sulit berbicara to the point. Pembicaraannya selalu berkembang, sebagaimana  tampak dalam percakapan antara Dewa dengan isterinya, Ratih.

Dewa : Apakah Desy akan datang pada agenda liburan Tahun Baru besok ?
Ratih : Desy bilang kemungkinan akan datang, tergantung kondisi order kue yang sekarang tengah menurun karena situasi ekonomi yang tengah labil. Sedangkan Ratna mungkin tidak datang karena Arya harus periksa ke dokter spesialis. Katanya Bambang tengah kehilangan pekerjaan, jadi dia sedang berusaha mencari pekerjaan baru, dan Sony tidak mendapatkan ijin cuti. Bosnya ketat sekali. Desy bahkan mungkin datang lebih awal, supaya bisa mempersiapkan acara dan berbelanja berbagai keperluan, termasuk membelikan kado bagi pernikahan Ema. Mungkin sebaiknya kita nanti mengantar Desy untuk���

Dewa : Apakah itu artinya �datang� atau �tidak� ?

Ratih : Iya, tapi juga masih tergantung dengan kondisi Diana, apakah mobilnya bisa dipinjam atau tidak, karena semenjak mobil barunya dipakai Erik, Diana selalu mengeluhkan mobilnya yang tua dan sering masuk bengkel�.. Bla bla bla��

Dewa merasa hanya bertanya sebuah pertanyaan sederhana, dan mestinya bisa dijawab ringkas dengan �datang� atau �tidak datang�. Bukankah sekedar bertanya, �Apakah Desy akan datang pada acara pertemuan keluarga besok?� Mengapa jawabannya begitu panjang dan menghubungkan dengan banyak orang serta banyak kondisi yang tidak ditanyakan ?

Yang ditanyakan Dewa hanya soal Desy, namun Ratih menjawab dengan menyebut tujuh nama orang lainnya, dengan beraneka topik yang menyertainya.

Laki-laki Suka Berbicara To The Point

Sementara otak laki-laki tersusun dalam bentuk �jalur tunggal�. Rata-rata kaum lelaki hanya bisa memusatkan perhatian pada satu hal pada satu saat. Jika seorang perempuan mengajak bicara laki-laki yang tengah menyetir mobil di jalan melingkar, jalan keluar akan terlewatkan olehnya, dan laki-laki ini akan menyalahkan perempuan karena berbicara.

Jika laki-laki tengah melaksanakan satu pekerjaan di kantor, ia tidak mau diganggu dengan diajak mengobrol. Begitu mengobrol, maka pekerjaan ditinggalkan. Bahkan saat menerima telepon, laki-laki cenderung mencari tempat yang sepi karena tidak mau diganggu suara lainnya.

Konon, banyak perempuan yang merasa bahwa hanya merekalah satu-satunya orang dewasa yang berpikiran sehat dalam keluarga. Mereka merasa, suami mereka berkelakuan seperti anak-anak. 

Sementara kaum laki-laki menganggap isteri mereka tidak bisa diajak diskusi ilmiah dan rasional, sehingga kadang suami merasa malu jika mendengar isterinya berbicara di depan orang banyak.

Dengan struktur otak yang �jalur tunggal� tersebut, menyebabkan rata-rata laki-laki lebih suka berbicara to the point. Jika ditanya satu pertanyaan, akan memberikan satu jawaban. Perhatikan dialog Dewa dengan Ratih berikut:

Ratih  : Kamu tadi darimana sih ?
Dewa  : Dari kantor.
Ratih  : Kok pulangnya terlambat ?
Dewa  : Masih ada kerjaan.
Ratih  : Kamu capek sayang ?
Dewa  : Biasalah�
Ratih  : Mau aku buatkan teh panas ?
Dewa  : Boleh.

Sangat berbeda bukan, bagaimana cara menjawab pertanyaan? Jika Ratih ditanya satu pertanyaan, jawabannya bisa duapuluh empat poin. Sedangkan jika dewa ditanya satu pertanyaan, jawabannya juga hanya satu poin. Lelaki suka menjawab �ya� dan �tidak� secara ringkas. Perempuan suka menjawab dengan mengembangkan jawaban.

Ini semua natural dan normal. Jangan saling heran dengan pasangan anda. Mengerti titik-titik perbedaan membuat suami dan isteri semakin bisa menerima satu dengan yang lainnya. Tidak saling menyalahkan, tidak saling menjelekkan, namun berusaha selalu lebih mendekat kepada pasangan. Tidak perlu membesar-besarkan perbedaan.

Jadi, jika isteri anda cerewet, itu normal. Memang begitulah Tuhan memberikan kemampuan pada kaum perempuan. Kecerdasan linguistik kaum perempuan lebih tinggi dibanding lelaki, kosa kata kaum perempuan lebih banyak daripada lelaki. Itulah sebabnya perempuan sering disebut cerewet. Namun dengan kecerewetannya itu pulalah Tuhan mengajari anak-anak kita pandai berbicara. Maka syukuri kecerewetan isteri anda.
Catatan Akhir Tahun 2012

Cahyadi Takariawan 
Sumber : http://www.islamedia.web.id/2013/01/apakah-istri-anda-cerewet-itu-normal.html

Hal Yang Disukai Istri Dari Suaminya


Terkadang kita ingin tahu juga, apa yang membuat istri  senang dalam kehidupan berumah-tangga. Berikut ini adalah satu versi rangkaian sikap dan sifat yang disukai seorang istri dari suaminya:
1. Penuh Pengertian
Seorang istri senang diperhatikan dan didengarkan. Ia senang suaminya memahami dan mengerti dirinya. Dalam suka dan dukanya. Dalam ceria dan sedihnya. Ia senang suami mengetahui perasaannya. Ia misalnya senang diberitahu pakaiannya yang mana yang paling disukai suaminya. Atau masakannya yang mana yang paling lezat bagi suaminya. Karenanya obrolan-obrolan ringan dan lembut amat dinanti-nanti seorang istri. Setiap kata yang keluar dari lidah dan bibirnya adalah pesan cinta yang ingin ia sampaikan. Dan ia ingin tahu bagaimana suaminya menanggapi pesan cintanya itu.Tangisan seorang istri itu memiliki sekian banyak makna, bisa karena sedih, bisa karena marah, bisa karena terharu dan bahagia. Ia senang jika suaminya bersabar untuk mengenal setiap jenis air mata yang metetes dari matanya.Pengertian ini menjadi inti dan landasan segala sikap menyenangkan yang mungkin dilakukan seorang suami terhadap istrinya.
2. Setia
Kesetiaan adalah syarat utama cinta sejati. Seorang istri ingin cinta suami itu hanya untuknya. Karenanya kecemburuan adalah bagian dari cinta. Sapaan sayang di tengah kesibukan, walaupun hanya satu dua menit kata-kata yang disampaikan lewat telepon, walaupun hanya satu dua kalimat SMS, akan menjadi pengokoh kepercayaan. Hadiah yang diberikan: martabak kesukaannya, seikat bunga, atau sebuah jam tangan yang manis akan menguatkan cinta. Dan mengingat hari ulang tahun serta hari pernikahan akan menjadi bukti kesetiaan suami yang disukai seorang istri.Tapi seorang istri yang baik akan mengatakan, �Jangan karena takut kepadaku, kakanda bersikap setia. Karena Allah Maha Melihat. Itu yang mesti menjadi landasan kesetiaan.�
3. Sabar dan Pemaaf
Seorang istri akan amat bersyukur jika suaminya mau menerima dirinya apa adanya. Suaminya mampu memaafkan dan bersabar atas kekurangan yang ada pada dirinya. Ia butuh waktu untuk membina dirinya. Ia bahkan butuh waktu untuk memahami dirinya sendiri, ketika satu ketika ia tidak menjadi dirinya sendiri.Seorang istri perlu mendapatkan nasihat, akan tetapi itu dilakukan dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
Ini seperti pesan Ilahi: �Kemudian keadaan orang beriman itu adalah saling menasihati dalam kesabaran dan dalam kasih sayang.� (QS. al-Balad); �Dan jika kalian memaafkan, tidak memarahi, dan mengampuni mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.� (QS. at-Taghabun)
4. Teguh Hati dan Bersemangat
Seorang istri senang melihat suaminya senantiasa berteguh hati dan bersemangat dalam menyelesaikan berbagai tugas dan amanah. Ia senang suaminya dapat senantiasa prima menunaikan tugas-tugas di luar rumah dan sekaligus membantu menyelesaikan permasalahan di rumah. Karenanya seorang istri senang melihat suaminya akrab bercengkrama, bermain dengan anak-anaknya. Dan saat suami sesekali memasak untuk keluarga, ada sentuhan hangat menyentuh relung jiwa seorang istri.Bagaimana jika suaminya berada dalam kondisi bete atau kehilangan semangat? Seorang istri akan menerima keadaan ini asalkan ia melihat suaminya berusaha keras untuk melepaskan diri dari keadaan lemah ini. Ia bahkan akan memberikan bantuan dan doa terbaik bagi suaminya.
5. Romantis
Seorang istri senang jika suaminya mampu memperlihatkan dan mengekspresikan cinta dan kasih sayang. Ia senang mendapati suaminya membangun suasana kondusif kasih sayang di rumah. Ia senang jika suaminya romantis.Diantara ungkapan cinta suami-istri adalah dalam hubungan intim. Seorang istri senang jika suaminya memberikan kesenangan dan kepuasan pada salah satu kebutuhan cinta ini. Ia akan terbuka menyampaikan apa yang ia sukai, ketika suaminya mampu membuka percakapan dalam masalah ini secara tepat dan penuh kelembutan (tenderly).
6. Rapi dan Wangi
Seorang istri suka suaminya rapi. Rapi menata rambut dan rapi berpakaian, bahkan dalam suasana santai. Kerapian yang disukai adalah kerapian yang alami dan melekat dalam kehidupan suami.Sikap suami yang kooperatif dalam menjaga kerapian rumah juga disukai seorang istri. Karenanya ketika seorang suami berinisiatif menyapu ruang tengah, membersihkan kompor di dapur, atau membersihkan kamar tidur dengan membongkar tempat tidur secara rutin � pada semuanya ada apresiasi dari seorang istri.Rapi, bersih dan wangi pada seorang suami membuat istrinya senang. Seorang suami bisa meminta istrinya memilihkan minyak wangi baginya. Ia akan terbantu menyempurnakan penampilan bagi istrinya.
7. Ceria dan Ramah
Senyum ceria dan keramahan amat dihajatkan seorang istri. Senyum dan keramahan itu laksana angin sejuk di tengah berbagai kelelahan dirinya. Berbagai kesibukan membuat jiwanya lelah. Interaksi dengan anak-anak di rumah itu bukan pekerjaan ringan. Segenap potensi kejiwaan dan pikiran mesti ia curahkan. Kelelahan fisik pun tidak ringan. Perhatikanlah, ia mesti terus memperhatikan anaknya yang terus bergerak kesana kemari, bereksplorasi ketika mulai bisa merangkak. Dan saat si anak lelah tertidur, ia mesti bersiap-siap memasak dan merapikan rumah bagi suaminya yang sebentar lagi pulang �Senyum dan sapaan sayang suami akan menjadi hiburan jiwa bagi sang istri. Sikap humoris juga amat membantu seorang istri untuk selalu menjaga suasana riang hatinya. Ini semua akan membantunya untuk terus bersabar dan ikhlas dalam menunaikan tugas-tugasnya.
8. Menjadi Pemimpin yang Melindungi
Istri membutuhkan perlindungan yang membuatnya senantiasa merasa tentram. Karenanya ia menyukai sifat kepemimpinan pada suaminya. Kepemimpinan yang ia harapkan adalah yang senantiasa menentramkan jiwanya, mengokohkan ruhaninya, memberikan pencerahan demi pencerahan pada akalnya dan membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuhnya.
Kepemimpinan yang ia sukai adalah yang memadukan ketegasan dan kelembutan. Yang menebarkan cinta, bukan membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan senantiasa menggunakan otoritas (misalnya dengan selalu menggunakan kalimat �suami kan pemimpin rumah tangga, jadi mesti taat donk�). Yang betul-betul menjadi pemimpin, bukan menjadi boss.
Sumber : adijm.multiply.com